Polres Minahasa Ajak Tukang Ojek Tolak Paham Radikal, Separatis dan Kepercayaan Sesat

AJAK : Petugas kepolisian Polres Minahasa saat menyambangi tukang ojek di kelurahan Tataaran ll. (foto/humas)

Tribratanews, Minahasa - Seluruh tukang Ojek di pusat kota Tondano diajak ikut serta menjaga, mengantisipasi masuknya paham radikalisme, separatisme serta aliran kepercayaan sesat. Hal itu disampaikan sejumlah petugas Polres Minahasa, Minggu (10/11/2019) kemarin saat melakukan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi "Bina Waspada Samrat 2019", di beberapa pangkalan Ojek dipusat kota Tondano.



"Selain memberikan pembinaan dan penyuluhan, mereka juga diajak agar bekerja sama untuk menolak paham radikal, separatis dan kepercayaan yang Sesat," kata Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, SIK melalui Kasubag Humas Ferdy Pelengkahu didampingi Paur Humas Ipda Reynold Wowor.

Selain tukang Ojek, tambah Wowor, kepala lingkungan/pala yang merupakan aparat pemerintah di kelurahan, diharapkan bantuan dan kerjasama untuk memonitor aliran radikal, separatis serta aliran kepercayaan sesat dikalangan masyarakat, hendaknya menginformasikan kepada pihak berwewenang.

"Yang terpenting memonitor dan menginventarisir para pendatang baru. Bila ada yang mencurigakan, segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat," imbaunya, seraya menambahkan bahwa operasi ini dilaksanakan sejak 4 November hingga 3 Desember 2019.

Adapun pangkalan ojek yang disambangi Polres Minahasa, antara lain; pangkalan ojek Wayata dan pangkalan ojek Manguni di kelurahan Tataaran ll, kecamatan Tondano Selatan. (humas)





Polres Minahasa Ajak Tukang Ojek Tolak Paham Radikal, Separatis dan Kepercayaan Sesat Polres Minahasa Ajak Tukang Ojek Tolak Paham Radikal, Separatis dan Kepercayaan Sesat Reviewed by Humas on Minggu, November 10, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.